Senin, 31 Mei 2010

Tentang Procesor

Prosesor (pemroses data) merupakan otak sebuah komputer, karena bentuknya yang kecil lebih sering di sebut sebagai prosesor mikro, atau mikroprosesor. Mikroprosesor (disingkat µP atau uP) adalah sebuah central processing unit (CPU).

Pada Era 70-an, pengunaan prosesor sangat berdampak pada implementasi CPU yang dipakai pada setiap PC yang beredar saat ini. Perkembangan prosesor masih berlanjut. Usaha untuk membuat prosesor bisa kompatibel dengan berbagai seri perangkat keras pun terus diusahakan.


CPU adalah merupakan otak dari komputer, semakin tinggi kecepatan prosesor semakin tinggi kecepatan kerjanya, sedangkan memori merupakan tempat atau ruang pengolahan data serta tempat menjalankan sistem aplikasi, semakin besar kapasitas memori akan semakin besar pula data yang dapat diolah dan semakin banyak sistim aplikasi yang mampu dijalankan oleh komputer.

Intel sebagai pabrikan chip prosesor terbesar di dunia kembali mengeluarkan terobosan baru dalam bidang komputasi mikroprosesor dengan mengeluarkan Intel Prosesor Dual Core.

Secara umum, keunggulan teknologi Prosesor Dual Core berdasarkan hukum Moore* dalam perkembangannya prosesor selalu mengalami peningkatan kinerja. Selain itu kecenderungan peningkatan pemakaian jumlah transistor pada IC masih dianggap relevan bahkan untuk waktu sekarang ini.

Dengan teknologi 65 nanometer Intel berhasil memproduksi chip lebih dari setengah miliar transistor. Ini membuktikan bahwa Prosesor yang diciptakan oleh Intel adalah untuk meningkatkan kecepatan komputasi.

Dapat anda bayangkan dua buah prosesor dengan kecepatan tinggi, digabung menjadi satu?

Secara teori kecepatan komputasi mesin komputer tersebut tentunya di atas rata-rata. Ini dapat kita lihat pada parameter angka prosesor yang ditunjukkan dengan angka Gigahertz. Begitu pula teknologi yang ditanamkan pada Prosesor Dual Core.

Pada prosesor dual core ini akan terjadi pengabungan dua prosesor beserta cache, namun dalam satu kemasan chip atau integrated circuit (IC). Keuntungan dual core terutama pada cache coherency. Dengan dual core, komunikasi antara kedua die dapat dilakukan pada clock rate yang lebih tinggi dibandingkan jika memanfaatkan bus di luar chip.

Namun, di balik kelebihannnya tersebut, dual core bukan tanpa kekurangan. Di antara kekurangan itu misalnya membutuhkan operating system (OS) yang mampu mengoptimalkan kinerjanya.

Setidaknya kemampuan OS untuk mengoptimalkan SMP (symmetric multi-processing). Selain itu, dibutuhkan juga aplikasi yang sudah mendukung pengoptimalan prosesor ini.

Secara teknis pun dapat dikatakan, dual core sebenarnya tidak akan membuat detak komputer (clock speed) jadi lebih cepat daripada prosesor single core yang mempunyai clock speed tinggi. Dual core hanya akan meningkatkan operasional pengguna PC saja.

Mesin komputasi dengan kecepatan tinggi ini biasanya dipakai untuk kepentingan-kepentingan tertentu seperti riset, penelitian ruang angkasa, laboratorium dan lain-lain.

Teknologi tersebut kemudian diaplikasikan pada komputer desktop atau notebook pada PC anda.

Jadi yang menjadi pertanyaan adalah seberapa efektifkah teknologi mesin komputasi anda dengan kebutuhan anda dalam memakai mesin komputasi itu sendiri?

Melihat kemampuan dan kebutuhan dari pengguna komputer, maka prosesor dual core bakal jadi prosesor pilihan, sekaligus menyongsong prosesor multi core (quad core).

Sumber :www.madara-physicers.co.cc dengan beberapa perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar